01785 2200265 4500001002100000005001500021035002000036007000300056008004100059020002200100082001000122084001600132100002100148245010000169250001400269260003500283300003000318650001800348520105600366856004101422990001401463990001401477990001401491990001401505INLIS00000000103492120250805014344 a0010-0825000006ta250805 g 0 ind  a978-623-346-760-5 a613.2 a613.2 KAR h0 aKarto K. Saragih1 aHidup Dengan Syaraf Yang Luka :bKisah Hidup Penderita Trigenimal Neuralgia /cKarto K. Saragih acetakan 1 aJakarta :bKompas Media,c2023 a231 halaman ;c14 x 21 Cm 4aDiet & Health aSuatu pagi, rasa nyeri seperti setruman yang tiba-tiba mengalir di wajahnya menjadi awal pertarungan panjang Karto K. Saragih dengan penyakit yang kemudian diketahui trigeminal neuralgia (TN). Pag agi yang indah itu berubah suram. Tidak mudah buat siapa pun mengalami rasa nyeri terus menerus yang penyebabnya belum banyak diketahui. Pertarungan dengan TN melebar ke kehidupan, terutama keluarga dan dunia pekerjaan. Dia harus rela kehilangan karier demi menghindari rasa sakit yang lebih parah. Dia juga sempat berpikir pendek saat rasa nyeri dari penyakit yang acap dijuluki "suicide disease" ini mencapai puncaknya. Suatu kejadian yang nyaris mencelakai anaknya menjadi salah satu alasan Karto untuk melakukan bedah TN. Akan tetapi, harapan tinggal harapan. Dia mendapat pelajaran hidup sangat berarti karena pembedahan hanya sukses sementara. Setahun kemudian rasa nyeri kembali menyerang wajahnya. Kisah “hidup dengan saraf luka” bisa menginspirasi banyak penderita TN untuk tetap bertahan, dan mengenal penyakitnya lebih dalam. aPepustakan Daerah Kabupaten Sumedang a2025U1821 a2025U1822 a2025U1823 a2005U1824